Gambar antrian di kantor pusat untuk mengambil kartu KRS dan PIN.
Seperti sudah menjadi budaya dalam sebuah pembayaran SPP/Registrasi terjadi antrian seperti yang ada dalam gambar yaitu di Universitas tercinta kita ini Unijoyo. Mulai dari kegiatan mengambil KHS yang harus antri, Mengambil blangko BTN di cendana juga harus antri dan terkadang harus menunggu karena kehabisan blangko dan berikutnya antri mentranfer uang di BTN cendana dengan urutan sampai ratusan orang. Tidak hanya sampai disitu seperti yang terjadi kemarin tanggal 14-02-2011 semua anak sudah mendapat nomor antri dari pihak satpam BTN hingga mencapai ratusan antrian, namun yang terjadi tidak lama kemudian nomor antri itu sudah tidak berlaku lagi tidak jelas alasannya dari satpam BTN namun ada yang bilang nomor antrinya mudah dipalsukan oleh mahasiswa yang nakal (katanya….!!!). Setelah itu diganti dengan sistem pembayaran antri langsung berbaris ke belakang, namun yang terjadi malah desak-desakan antar mahasiswa Unijoyo pun tidak terhindarkan dan parahnya tidak dipisahkan antara baris antrian antara laki-laki dan perempuan dan yang terjadi saling dorong mendorong pun terjadi. Tidak lama kemudian terjadi perubahan kebijakan lagi dengan memakai nomor antrian lagi, tapi kali ininomor antrian tersebut dikasi tanda tangan dari pihan BTN yang perlu disesalkan kasihan para mahasiswa yang sudah antri desak-desakan yang sudah ada di depan dengan demikian dia harus dibatalkan urutan antrinya dan harus mengambil nomor antrian lagi dan bahkan ada mahasiswa yang melakukan pembayaran ke BTN bangkalan. Namun alhamdhulilah dengan dikasihnya nomor antrian yang kedua ini sistem pembayaran di BTN ini menjadi kondusif. Setelah sukses mentransfer dari BTN, itu kita masih kurang , kita masih harus disuruh antri lagi di kantor pusat untuk mengambil kartu KRS dan PIN huftttttt capek kawan.
Gambar BTN kampus yang dikasi Terop.
Hal yang perlu disesalkan tidak ada pemberitahuan terjadi perubahan tempat pembayaran dai BTN kampus ke BTN cendana, sehingga membuat mahasiswa harus bolak-balik ke kampus lalu ke BTN cendana berulang-ulang kali, apalagi yang naik motor akan dikenakan biaya parkir ketika di BTN cendana dan juga kasihan yang jalan kaki, dan jugak apagunanya BTN kampus dikasi terop itu…!!!!!!!!?????.
Sampai kapan sistem pembayaran yang kurang efektif ini akan berakhir, mulai dari antri mengambil KHS, antri mengambil blangko BTN, antri mentransfer uang, antri mengambil KRS, antri mengambil PIN dan antri pemrograman pelajaran secara Oline subhanallah…!!!!!!!.
Seharus agar kegiatan KRS-an ini bisa berjalan efektif dilakukan sebuah manajemen dimana dibuat gelombang pendaftaran menjadi dua gelombang atau tiga gelombang, selain itu kegiatan pengambilan KRS dan PIN seharusnya tidak di sentralisir di kantor pusat, namun di serahkan ke masing-masing fakultas sehingga antrian yang panjang tidak akan terjadi seperti kamarin. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di tahun-tahun berikutnya yang bisa menyengsarakan adek-adek mahasiswa dan mahasiswi…amien.

