JAKARTA- Meskipun banyak melakukan impor daging, namum pada kenyataannya Indonesia tercatat sebagai negara dengan konsumsi daging dan buah paling rendah di ASEAN.
"Walau pun Indonesia adalah negara tropis, tapi masyarakatnya merupakan pengonsumsi terendah di sektor daging dan buah," ujar tenaga ahli Pondok Pesantren Sunan Drajat Dr Tjuk Eko Hari Basuki dalam acara seminar Solusi Ketahanan Pangan, Jakarta, Minggu (5/3/2011). Basuki menjelaskan untuk konsumsi daging Indonesia hanya tercatat satu digit,ini berbeda jauh dengan negara ASEAN lainnya yang sudah mencapai dua digit.
"konsumsi daging Indonesia hanya 5,5 kilogram per tahun, berbeda dengan Filipina konsumsi daging mencapai 19,0 kilogram per tahun, berbeda jauh juga dengan Thailand yang mencapai 23,3 kilogram per tahun. Di bandingkan Malaysia, konsumsi daging Indonesia tertinggal lebih jauh lagi, Malaysia pertahun bisa mencapai 43 kilogram per tahun," tuturnya.
Sedangkan untuk konsumsi buah per tahun, Indonesia memang sudah memasuki dua digit, namun masih kalah jika dibandingkan dengan Filipina atau pun Malaysia.
"Konsumsi buah per tahun Indonesia hanya mengonsumsi 23,1 kilogram per tahun, berbeda dengan Filipina yang bisa mencapai 55,0 kilogram per tahun. Sedangkan Thailand konsumsinya mencapai 30,0 kilogram per tahun, Malaysia sendiri mencapai 49,0 kilogram per tahun,"
Meski demikan, Indonesia tercatat sebagai negara pengonsumsi telur dan sayuran Indonesia tertinggi di antara negara ASEAN. Untuk konsumsi sayur per tahun Indonesia menghabiskan 49,0 kilogram per tahun, Filipina sendiri mengonsumsi 34,2 kilogram per tahun, Thailand mengonsumsi 41,1 kilogram per tahun, dan Malaysia sendiri mengonsumsi sebanyak 47,2 kilogram per tahun.
Untuk telur Indonesia mengonsumsi sebanyak 64,0 kilogram per tahun, Filipina mengonsumsi 31,7 kilogram per tahun, Thailand mengonsumsi hampir sama dengan Filipina yakni 31,1 kilogram per tahun, sedangkan Malaysia mengkonsumsi sebanyak 41,9 kilogram per tahun.
Seperti diberitakan sebelumnya Menteri Keuangan Agus Martowardojo di kantornya, mengaku heran dengan capaian realisasi impor daging pada awal tahun ini yang telah mencapai 10 ribu ton. Padahal pemerintah menetapkan kuota impor daging untuk tahun ini hanya 50 ribu ton.
“Sekarang kuotanya tahun 2011, 50 ribu ton sampai dengan Januari saja, saya lihat datanya sudah masuk 10 ribu ton dalam waktu 1 bulan sudah 10 ribu ton. Yang menarik itu tahun lalu, impor daging itu kuotanya 76 ribu. Tapi kita realisasinya 120 ribu ton,” ujarnya.Sumber: Okezone
"konsumsi daging Indonesia hanya 5,5 kilogram per tahun, berbeda dengan Filipina konsumsi daging mencapai 19,0 kilogram per tahun, berbeda jauh juga dengan Thailand yang mencapai 23,3 kilogram per tahun. Di bandingkan Malaysia, konsumsi daging Indonesia tertinggal lebih jauh lagi, Malaysia pertahun bisa mencapai 43 kilogram per tahun," tuturnya.
Sedangkan untuk konsumsi buah per tahun, Indonesia memang sudah memasuki dua digit, namun masih kalah jika dibandingkan dengan Filipina atau pun Malaysia.
"Konsumsi buah per tahun Indonesia hanya mengonsumsi 23,1 kilogram per tahun, berbeda dengan Filipina yang bisa mencapai 55,0 kilogram per tahun. Sedangkan Thailand konsumsinya mencapai 30,0 kilogram per tahun, Malaysia sendiri mencapai 49,0 kilogram per tahun,"
Meski demikan, Indonesia tercatat sebagai negara pengonsumsi telur dan sayuran Indonesia tertinggi di antara negara ASEAN. Untuk konsumsi sayur per tahun Indonesia menghabiskan 49,0 kilogram per tahun, Filipina sendiri mengonsumsi 34,2 kilogram per tahun, Thailand mengonsumsi 41,1 kilogram per tahun, dan Malaysia sendiri mengonsumsi sebanyak 47,2 kilogram per tahun.
Untuk telur Indonesia mengonsumsi sebanyak 64,0 kilogram per tahun, Filipina mengonsumsi 31,7 kilogram per tahun, Thailand mengonsumsi hampir sama dengan Filipina yakni 31,1 kilogram per tahun, sedangkan Malaysia mengkonsumsi sebanyak 41,9 kilogram per tahun.
Seperti diberitakan sebelumnya Menteri Keuangan Agus Martowardojo di kantornya, mengaku heran dengan capaian realisasi impor daging pada awal tahun ini yang telah mencapai 10 ribu ton. Padahal pemerintah menetapkan kuota impor daging untuk tahun ini hanya 50 ribu ton.
“Sekarang kuotanya tahun 2011, 50 ribu ton sampai dengan Januari saja, saya lihat datanya sudah masuk 10 ribu ton dalam waktu 1 bulan sudah 10 ribu ton. Yang menarik itu tahun lalu, impor daging itu kuotanya 76 ribu. Tapi kita realisasinya 120 ribu ton,” ujarnya.Sumber: Okezone

