JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menilai tuduhan kebohongan yang disampaikan sejumlah tokoh lintas agama seputar angka kemiskinan kepada Pemerintah tidaklah sepenuhnya benar.
Direktur Analisa dan Pengembangan Statistik BPS Kecuk Suhariyanto menilai bahwa tidak ada kebohongan yang disampaikan pemerintah terhadap jumlah angka kemiskinan yang mencapai 31,02 juta karena angka 70 juta yang disampaikan oleh para tokoh lintas agama seputar angka kemiskinan yang sebenarnya itu adalah angka kemiskinan ditambahkan angka orang yang hampir miskin. Menurutnya, kriteria yang dipakai oleh BPS dalam menghitung angka kemiskinan tidak pernah berubah dari standar sejak 2004.
"Kayanya enggak (bohong), data ini saya ambil (data BPS) menggunakan metodologi yang kita gunakan tidak berubah dari 2004," ujarnya dalam acara "Penanggulangan Kemiskinan dan Konsep Pembangunan RI", di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (17/2/2011).
Lebih lanjut dia mengatakan angka kemiskinan yang tidak tertuntaskan pemerintah tersebut adalah kemiskinan mikro di mana memasukkan masyarakat hampir miskin yang jumlahnya banyak di Indonesia. "Kemiskinan mikro itu dihitung ditambahkan dengan masyarakat hampir miskin, yang jumlahnya banyak di Indonesia," jelasnya.
Selanjutnya dia menambahkan BPS telah sering memberi warning kepada pemerintah kalau jumlah penduduk hampir miskin di Indonesia cukup banyak "Warning ke pemerintah jumlah penduduk hampir miskin di Indonesia tinggi, berulang ulang kita beri saran, perhatikan kebijakan terhadap penduduk hampir miskin" tambahnya.Okezone. (d12n)
"Kayanya enggak (bohong), data ini saya ambil (data BPS) menggunakan metodologi yang kita gunakan tidak berubah dari 2004," ujarnya dalam acara "Penanggulangan Kemiskinan dan Konsep Pembangunan RI", di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (17/2/2011).
Lebih lanjut dia mengatakan angka kemiskinan yang tidak tertuntaskan pemerintah tersebut adalah kemiskinan mikro di mana memasukkan masyarakat hampir miskin yang jumlahnya banyak di Indonesia. "Kemiskinan mikro itu dihitung ditambahkan dengan masyarakat hampir miskin, yang jumlahnya banyak di Indonesia," jelasnya.
Selanjutnya dia menambahkan BPS telah sering memberi warning kepada pemerintah kalau jumlah penduduk hampir miskin di Indonesia cukup banyak "Warning ke pemerintah jumlah penduduk hampir miskin di Indonesia tinggi, berulang ulang kita beri saran, perhatikan kebijakan terhadap penduduk hampir miskin" tambahnya.Okezone. (d12n)

