Berbuat kesalahan itu kekurangan manusia, namun belajar dari kesalahan itu kelebihan manusia....

Senin, 28 Maret 2011

Bersatu Lawan Terorisme


Pada akhir-akhir ini masyarakat dibuat panik dengan adanya teror bom yang melanda sebagian wilayah di tanah air. Awalnya teror bom buku dikirimkan ke sejumlah tokoh yang dianggap berseberangan dengan para teroris. Seperti Ulil Abshar Abdalla (aktivis JIL), Gorries Mere (Kalakhar BNN dan pernah memimpin Tim Densus 88 Mabes Polri), serta Yapto Soerjosoemarno (Ketum Pemuda Pancasila. Ancaman berupa paket bom juga dikirimkan ke rumah beberapa tokoh lainnya. Teror bom yang dikirimkan ke sejumlah tokoh tersebut tentu menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Ada yang mencurigai ini sebagai upaya pengalihan isu semata. Ada yang mencurigai ini sebagai upaya adu-domba terhadap pihak-pihak tertentu. Ada pula yang berkeyakinan bahwa ini semua murni merupakan ulah para teroris pemain lama.

Terlepas dari spekulasi yang berkembang selama ini, bagaimanapun teror bom tersebut sangat meresahkan masyarakat. Mungkin saja saat ini para pelakunya sedang girang menertawakan Pemerintah dan aparatnya yang lagi-lagi “hampir kecolongan”. Juga menertawakan masyarakat yang terus dihantui oleh rasa takut dan kepanikan yang akut. Karena teror paket bom yang mereka lancarkan belakangan ini terbukti ampuh menciptakan kecemasan dan rasa saling curiga di dalam kehidupan masyarakat.

Sebagai imbasnya kini masyarakat menjadi paranoid dan negative thinking. Ketika paranoid dan kepanikan melanda membuat masyarakat tidak mampu berfikir secara logis. Kecurigaan yang terus berkembang dikhawatirkan juga bisa memicu terjadinya disintegrasi bangsa. Pada akhirnya bangsa ini pun akan mudah diadu-domba oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Untuk itu sebaiknya masyarakat harus tetap tenang sembari berfikir dengan logika akal sehat. Kewaspadaan juga sangat perlu ditekankan, namun harus tetap proporsional.

Menimbang semua itu maka rasa keamanan dan ketentraman dalam kehidupan masyarakat mendesak untuk segera dipulihkan kembali. Aparat kepolisian harus mampu usut tuntas siapa dalang dan pelaku dibalik semua itu. Dan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, bersikap tenang serta berfikir logis. Media juga perlu berperan aktif dalam menyampaikan pemberitaan yang proporsional dan tidak dibesar-besarkan. Kini saatnyalah seluruh komponen bangsa turut mengambil peran dalam upaya pemberantasan terorisme di tanah air. Mari kita satukan tekad untuk berjuang bersama melawan terorisme mulai dari sekarang!
Cipto Wardoyo
Mahasiswa Jurusan Filsafat dan Sosiologi Pendidikan
Universitas Negeri Yogyakarta
Okezone. (d12n)

HTML Comment Box is loading comments...