Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Maret 2011
Mendengarkan Pelanggan, Meningkatkan Penjualan
SEIRING berkembangnya kemajuan dunia komputer, informasi teknologi (IT), dunia maya, dan sebagainya, semakin berkembang pula berbagai kemajuan teknologi yang mendukungnya.
Saat pertama kali komputer diperkenalkan, apa saja yang masih Anda ingat? Salah satunya: bentuknya yang besar, layar hitam putih,kapasitas harddisc-nya sangat kecil, namun dengan bentuk yang besar,demikian juga processornya juga masih sangat minim, namun harganya bisa selangit. Apakah dari pembaca sekarang ini masih ada menggunakan komputer yang “segede gajah”, namun dengan kemampuan yang sangat lambat, dan aplikasi yang sangat terbatas?
Dalam perkembangannya, teknologi semakin cepat mengalami kemajuan, bentuk komputer semakin kecil, praktis, trendi, dan kemampuan processor-nya pun semakin canggih.
Jika Anda memiliki komputer, notebook, netbook, dan sejenisnya, kira-kira processor apa yang Anda kenal? Ada yang menjawab Intel, apa lagi? AMD. Mungkin saja dari Anda ada yang kurang mengenal AMD, dan lebih sering mendengar Intel. Apa sebabnya? Salah satunya mungkin Anda lebih banyak mendengar, melihat iklan atau promosi Intel dibanding AMD.
Memang, iklan merupakan salah satu cara untuk membuat produk/jasa kita menjadi lebih banyak atau lebih sering diperhatikan oleh konsumen/calon konsumen. Saya yakin, baik Intel ataupun AMD pasti memiliki kelebihannya masing-masing, hanya saja mungkin karena anda lebih sering mendengar atau melihat iklan dari Intel, jadi jika ditanya tentang processor Anda akan menjawab Intel. AMD - Advanced Micro Devices merupakan salah satu merek processor yang ternama di dunia.
Meski saat pertama dipromosikan di Indonesia ada yang mengatakan bahwa AMD masih ada kekurangannya, ada yang mengatakan processor-nya lebih cepat panas sehingga kurang diminati pasar.
Namun, dengan terobosan yang dahsyat dari pihak AMD, akhirnya mereka bisa menghasilkan suatu prosesor yang mereka klaim dan terbukti pula mampu memiliki performa yang jauh lebih baik. Yang memungkinkan para penggunanya bisa terpuaskan dengan kecepatan dan kualitas yang dihasilkannya baik dalam video, game, dan sebagainya.
Hal tersebut bisa terjadi antara lain dengan kemampuan mendengarkan kebutuhan dan keinginan para pelanggannya dengan baik, AMD akhirnya mampu meningkatkan pengembangan produksi dan kualitasnya dengan lebih optimal hingga akhirnya tidak sedikit konsumen yang menjadi lebih tertarik dengan processor keluaran AMD.
Demikian pula yang dil-akukan oleh Intel,dengan salah satu kelebihannya yaitu merupakan merek yang sudah lebih dahulu dikenal banyak orang, Intel pun terus memberikan berbagai solusi sehingga harganya juga lebih terjangkau dengan kualitas yang semakin baik pula.
Terlepas dari keputusan Anda untuk menggunakan AMD ataupun Intel, kita bisa mengambil pelajaran penting dari persaingan dua perusahaan Prosesor terkemuka tersebut di antaranya kemampuan mendengarkan yang baik kepada para konsumen.
Setiap produk pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan jika konsumen merasakan ada kekurangan dalam produk/jasa yang dibelinya namun tidak ada progress untuk perbaikannya dari produsen terkait, konsumen bisa berpindah ke produk kompetitor.
Intel dengan berbagai strateginya senantiasa mengembangkan produk yang mampu menyesuaikan perkembangan dan kebutuhan pasar yang ada, demikian pula dengan AMD dengan berbagai inovasinya memberikan produk yang semakin diminati pasar baik dalam harga, kualitas, dan efisiensi.
Antara lain dengan kemampuan mendengarkan kebutuhan para pelanggannya, dalam hal ini Intel ataupun AMD mampu mempertahankan keberadaan dari masing-masing pelanggannya dengan baik. Melakukan perbaikan dengan lebih cepat dan efisien.
Baik Intel ataupun AMD ternyata sama-sama terpacu untuk melakukan berbagai perbaikan dengan lebih cepat sehingga mereka mampu memproduksi produk yang berkemampuan lebih baik lagi sesuai kebutuhan konsumen yang semakin beragam.
Dan perbaikan yang mereka lakukan ternyata mampu menghasilkan efisiensi produksi. Melakukan aktivitas promosi yang lebih rutin, efektif, dan termonitor. Secara rutin Intel melakukan berbagai aktivitas promosi yang memungkinkan konsumen senantiasa mengingat brand Intel dengan lebih baik, serta membantu dalam peningkatan customer satisfaction dan customer retention yang lebih tinggi.
Rupanya AMD juga telah banyak menggunakan berbagai bentuk promosi yang efektif sehingga mampu memberikan penawaran yang lebih menarik untuk konsumen.
Meskipun terjadi kompetisi dalam pemasaran, harus diperhatikan mengenai kepentingan konsumen. Dengan demikian, meskipun terjadi kompetisi yang ketat sekalipun, konsumen dipastikan bukan menjadi “korban” persaingan, namun konsumen tetap diuntungkan.
Sebagai contohnya, dengan persaingan antara Intel dan AMD, ternyata sekarang konsumen juga lebih diuntungkan dengan tersedianya processor yang jauh lebih canggih dengan harga yang lebih terjangkau serta layanan purnajual yang lebih baik.
Dengan demikian, dalam persaingan bisnis yang kita hadapi, alangkah baiknya jika kita senantiasa mendengarkan para pelanggan kita, mendengarkan kebutuhan mereka, hingga mendengarkan masukan ataupun complain mereka, karena jika kita semakin tanggap dengan keinginan konsumen, di tengah persaingan pemasaran seperti apa pun, kita tetap bisa mempertahankan konsumen setia kita.
Karena, harus kita ingat kembali, jika ada konsumen yang senang atau puas dengan produk/jasa kita, setidaknya mereka akan memberitahukan kepada dua atau tiga orang lainnya.
Namun, jika ada konsumen kita yang tidak puas, bahkan “kesal” dengan produk/jasa atau pelayanan purnajual kita, bisa jadi bukan hanya dua atau tiga orang yang akan mendengar berita negatif, melainkan bisa saja terjadi banyak orang yang tiba-tiba kurang menyukai, bahkan tidak menyukai produk/jasa kita, tanpa ada suatu alasan yang jelas.
Seperti yang pernah saya tulis dalam artikel sebelumnya, hal seperti itu bisa terjadi dengan semakin pesatnya perkembangan sosial media yang ada sekarang ini.
Maka, bukan lagi sekadar “mendengar” kebutuhan pelanggan, melainkan kita harus mampu “benar–benar mendengarkan” apa yang mereka butuhkan dan inginkan agar kita pun juga bisa semakin memberikan yang terbaik kepada para pelanggan.
Seperti yang telah saya alami sendiri, dengan melakukan hal tersebut, ternyata mampu membantu meningkatkan pemasaran di beberapa bisnis yang saya jalankan.Saya yakin, juga bisa membantu peningkatan pemasaran Anda. Selamat mencoba dan salam Dahsyat ! (*)
TUNG DESEM WARINGIN
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia
The most Powerful People and
Ideas in Business 2005(Koran SI/Koran SI/ade)d12n Read More ..
Kebutuhan Meningkat, Saatnya Beralih ke Produk Investasi
Sebagian besar masyarakat Indonesia, masih menjadikan menabung sebagai pilihan dalam menyimpan uang. Hanya kalangan menengah ke atas yang telah menyisihkan dananya untuk dimasukkan dalam produk investasi.
Presiden Direktur PT Samuel Aset Managemen Agus B Yanuar menjelaskan, perubahan mindsetsangat perlu dilakukan agar masyarakat tidak hanya menyimpan uang di tabungan. Banyak manfaat yang bisa diperoleh masyarakat jika menanamkan uangnya di produk investasi, di antaranya potensi keuntungan yang lebih besar. Tingkat keuntungan yang bisa diraih bisa mencapai 30 persen per tahun,” ujar Agus saat dihubungi, kemarin.
Menurut Agus, tabungan dan investasi adalah dua hal yang berbeda. Investasi bermanfaat melengkapi tabungan, di mana berfokus pada tingkat pengembalian. Sedangkan tabungan fokusnya pada proteksi atas pokok investasi.
Investasi periodenya jangka panjang, namun tabungan periodenya hanya jangka pendek. Jika investasi tujuannya adalah financial atau pembiayaan, maka tabungan bertujuan sebagai likuiditas. Kemudian investasi risikonya adalah fluktuatif, sementara tabungan relatif stabil atau rendah.
Dalam berinvestasi ataupun menabung, lanjut dia, masyarakat perlu menentukan tujuan. Karena menentukan tujuan akan dapat memberikan dampak bagaimana membangun perencanaan financial dan investasi, sekaligus mempunyai ekspektasi yang realistis.
Perencana keuangan Financial Consulting Eko Endarto mengatakan, saat ini waktu yang tepat untuk mengubah mindset masyarakat dari menabung menjadi berinvestasi. Karena menurutnya, masa depan semakin sulit diprediksi dan bila hanya mengandalkan tabungan saja.
“Akan sulit bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan yang semakin besar di masa mendatang. Misalkan saja biaya pendidikan yang setiap tahunnya cenderung naik 15 persen hingga 20 persen,” kata dia.
Jika hanya mengandalkan tabungan, tutur Eko, masyarakat akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pasalnya tingkat keuntungan yang diperoleh melalui tabungan tidaklah besar yakni sekira dua persen per tahun.
Malah ada kecenderungan, keuntungan yang diperoleh masyarakat relatif lebih rendah daripada tingkat inflasi. Itu artinya, secara nilai, keuntungan yang diperoleh dari menabung menjadi kurang berarti.
Itulah sebabnya, Eko menegaskan, masyarakat perlu mengubah mindset dari menabung ke berinvestasi.Dengan berinvestasi, masyarakat bisa mendapatkan keuntungan jauh lebih besar daripada menabung. Sehingga bisa melindungi nilai kekayaan dari tingkat inflasi.
Yang lebih penting, untuk memulai berinvestasi tidak lagi membutuhkan dana besar. Pasalnya Sejumlah manager investasi telah mengeluarkan produk investasi yang nilainya hanya Rp100 ribu. Berdasarkan return dan risiko, lanjut Eko, ada beberapa portfolio investasi yang bisa dijadikan pilihan masyarakat. Dari yang returndan risikonya terendah hingga tertinggi.
Di antaranya deposito berjangka, asuransi, bisnis riil, properti, saham, komoditas, dan forex. Untuk melakukan wealth management dengan tepat, maka masyarakat harus mempunyai ekspektasi yang realistis, di mana terdapat risiko yang lebih pula dalam return yang lebih tinggi.
Eko menilai, dengan memahami bagaimana profil risiko yang dimiliki, apakah itu agresif atau konservatif, tahu tujuan dan jangka waktu investasi, maka masyarakat baru bisa membangun portfolio yang sesuai. Misalnya jika profil konservatif, maka lebih banyak porsi di obligasi. Sementara jika agresif, maka porsinya akan lebih banyak di bursa saham. (hermansah)(Koran SI/Koran SI/ade)d12n Read More ..
Langganan:
Postingan (Atom)
HTML Comment Box is loading comments...







