NUSA DUA - Negara-negara ASEAN sangat berpeluang menjadi kekuatan ekonomi baru dan membantu pertumbuhan ekonomi ASEAN dan Asia serta bisa mempengaruhi perkembangan dunia internasional secara finansial.
Keyakinan atas potensi besar yang dimiliki negara ASEAN tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka pertemuan Menteri Keuangan ASEAN ke-15 di Hotel Westin Nusa Dua, Bali, Jumat (7/4/2011). Presiden mengatakan, dengan melihat semua potensi negara ASEAN, sangatlah mungkin untuk bisa mengimbangi kekuatan global termasuk untuk berperan aktif, menyelesaikan berbagai persoalan finasial global.
Untuk itu, respon dan koordinasi yang efektif perlu terus ditingkatkan di antara negara ASEAN. Bekal itu semua telah dimiliki dimiliki negara ASEAN dan ke depan tinggal lebih diperkuat lagi.
SBY juga menekankan pentingnya agar semua negara ASEAN, untuk berinovasi di percaturan regional Asean sendiri. "Kita harus menjadi bagian penting dalam memberikan solusi atas persoalan ekonomi, krisis finasial yang terjadi di ASEAN. Kita harus mencarikan solusi yang terbaik," ucapnya.
Dalam kaitan itu, SBY mengingatkan agar semua negara ASEAN dapat menyadari sebarapa besar kekuatan negara masing-masing termasuk energi dan sumber alam dimiliki, yang dapat menciptakan sebuah perubahan ekonomi. "Perkembangan ekonomi berlanjutan ASEAN harus bergerak cepat untuk menuju 2012 dalam konteks persaingan global," katanya menegaskan.
Pemerintahan di negara ASEAN harus mempermudah akses publik untuk meyakinkan
kekuatan negara Asean akan kekuatan yang dmiliki. Hal tersebut sangat penting untuk membawa ASEAN setara dengan negara lainnya. Bahkan SBY memuji keberhasilan yang dicapai dalam beberapa dekade, ASEAN telah mengalami peningkatan secara ekonomi, keuangan, dan politik.
Dengan capaian itu, sambung SBY, semua negara anggota akan sanggup mengangkat harkat dan derajat khususnya pada negara berkembang Asean ke arah yang lebih baik. Partisipasi negara ASEAN dalam peta globilisasi sudah diprioritaskan.
"Negara-negara ASEAN telah memberi peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi dunia, termasuk krisis yang pernah terjadi pada tahun 1998 di Indonesia," kata SBY menegaskan.(d12n). Sumber: Okezone
Untuk itu, respon dan koordinasi yang efektif perlu terus ditingkatkan di antara negara ASEAN. Bekal itu semua telah dimiliki dimiliki negara ASEAN dan ke depan tinggal lebih diperkuat lagi.
SBY juga menekankan pentingnya agar semua negara ASEAN, untuk berinovasi di percaturan regional Asean sendiri. "Kita harus menjadi bagian penting dalam memberikan solusi atas persoalan ekonomi, krisis finasial yang terjadi di ASEAN. Kita harus mencarikan solusi yang terbaik," ucapnya.
Dalam kaitan itu, SBY mengingatkan agar semua negara ASEAN dapat menyadari sebarapa besar kekuatan negara masing-masing termasuk energi dan sumber alam dimiliki, yang dapat menciptakan sebuah perubahan ekonomi. "Perkembangan ekonomi berlanjutan ASEAN harus bergerak cepat untuk menuju 2012 dalam konteks persaingan global," katanya menegaskan.
Pemerintahan di negara ASEAN harus mempermudah akses publik untuk meyakinkan
kekuatan negara Asean akan kekuatan yang dmiliki. Hal tersebut sangat penting untuk membawa ASEAN setara dengan negara lainnya. Bahkan SBY memuji keberhasilan yang dicapai dalam beberapa dekade, ASEAN telah mengalami peningkatan secara ekonomi, keuangan, dan politik.
Dengan capaian itu, sambung SBY, semua negara anggota akan sanggup mengangkat harkat dan derajat khususnya pada negara berkembang Asean ke arah yang lebih baik. Partisipasi negara ASEAN dalam peta globilisasi sudah diprioritaskan.
"Negara-negara ASEAN telah memberi peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi dunia, termasuk krisis yang pernah terjadi pada tahun 1998 di Indonesia," kata SBY menegaskan.(d12n). Sumber: Okezone

